Tuesday, December 31, 2013

Olahraga Tingkatkan Kecerdasan Otak

BEROLAHRAGA sudah terbukti dapat mengurangi risiko terkena beberapa penyakit, seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes tipe-2. Tetapi, tahukah Anda bila olahraga juga bermanfaat untuk kesehatan otak?
Kebanyakan orang saat ini melakukan aktivitas fisik, seperti berolahraga karena ingin menjaga kebugaran dan terhindar dari beberapa penyakit. Namun ternyata, berolahraga juga memiliki manfaat lain, yaitu meningkatkan kecerdasan seseorang.

Seorang neoropsychiatrist dari Harvard Medical School, John Ratey mengatakan, kebugaran memiliki pengaruh jangka panjang terhadap berbagai kemampuan kognitif. Menurutnya, aktivitas fisik ketika masa kanak-kanak sangat penting untuk kemampuan otak saat tumbuh menjadi dewasa.

“Olahraga juga memainkan peran penting ketika Anda mencapai usia lanjut. Dengan penurunan kebugaran, ini menjelaskan mengapa beberapa orang lebih rentan terhadap demensia daripada orang lain,” kata Ratey, dikutip Jsonline.

Sementara itu, menurut seorang antropologi biologi di University of Arizona David Raiclen, berolahraga memiliki efek yang menakjubkan, termasuk terhadap kemampuan kognitif. Dia dan rekan-rekannya kini sedang menyelidiki apakah aktivitas fisik para nenek moyang terdahulu telah mempercepat evolusi kecerdasaan mereka.

Sementara itu, hubungan antara kebugaran dan kinerja kognitif pertama kali diusulkan oleh penelitian pada tahun 1960. Namun, pentingnya aktivitas fisik seperti berolahraga menjadi lebih sangat dihargai oleh banyak orang sekitar 30 tahun kemudian.

Deretan Penyebab Kematian Ibu

KEMATIAN ibu karena persalinan menjadi kekhawatiran tersendiri wanita. Kenali penyebabnya lebih lanjut agar bisa melakukan tindakan preventif dan meminimalisir kasus kematian ibu di kemudian hari.
Menurut WHO, komplikasi selama kehamilan dan persalinan bertanggung jawab atas kematian ibu. Di Indonesia sendiri, menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 menunjukkan angka kematian ibu untuk periode 2008 sampai dengan 2012 ialah 359 kematian per 100 ribu kelahiran hidup. Di mana jumlah itu lebih tinggi dari hasil SDKI 2007 yang besarnya 228 kematian per 100 ribu kelahiran hidup.

Dari sekian kasus, ada banyak penyebab yang melatari kasus kematian ibu saat persalinan. Berikut beberapa di antaranya, seperti dilansir Healthmeup.


1 ) Perdarahan merupakan penyebab nomor satu kematian ibu

2 ) Infeksi atau sepsis

3 ) Anemia

4 ) Tenaga medis terhambat situasi tertentu, seperti saat ukuran kepala janin tak sebanding dengan panggul si ibu.

5 ) Komplikasi selama aborsi

6 ) Gangguan hipertensi termasuk tekanan darah tinggi, protein yang ada dalam urin, edema (pembengkakan dari akumulasi cairan dalam jaringan-jaringan tubuh), gagal ginjal dan meningkatkan berat badan secara tiba-tiba

7 ) AIDS / HIV

8 ) Penyakit Jantung

9 ) Hepatitis

Beberapa hal penyebab bau badan

WANITA manapun tentu tak ingin mengalami bau badan. Selain tak nyaman, hal itu mengurangi rasa percaya diri saat bersosialisasi dengan orang lain.

Agar terhindar dari hal tersebut, Anda tak hanya dituntut menjaga kesehatan tubuh tapi juga selektif memilih makanan. Berikut ulasan lengkapnya, seperti dilansir Huffington Post.

Konsumsi brokoli
Anda mungkin pernah mendengar bahwa makan bawang putih dan bawang merah bisa menyebabkan lebih dari sekadar bau mulut. Memang benar, karena aroma makanan dipecah menjadi senyawa bau yang beredar ke dalam aliran darah dan keluar melalui napas, keringat dan urine.

Tapi bawang putih dan bawang merah bukan satu-satunya yang menyebabkan hal tersebut. Brokoli, kubis brussel dan beberapa sayuran yang masuk dalam keluarga tersebut memiliki senyawa aroma yang sama dimana biasanya mengandung sulfur dan bisa menyebabkan aroma tak sedap.

Minum

Meskipun Anda tak benar-benar berkeringat ketika mabuk, namun minum minuman keras dapat menyebabkan keringat. Konsumsi alkohol akan mengalir melalui darah dan seluruh tubuh Anda dan beberapa di antaranya bahkan merembes keluar melalui pori-pori dan melalui napas. Tak peduli apa jenis alkohol yang Anda minum, sekali tubuh memecahnya hal itu akan menimbulkan aroma yang sama.

Derita diabetes

Bila diabetes tak diobati, anda akan mengalami gejala yang disebut diabetic ketoacidosis. Tanpa cukup insulin, tubuh mulai memecah lemak untuk bahan bakar yang menyebabkan terbentuknya ketones dalam tubuh. Penumpukan ini pada gilirannya dapat menghasilkan perubahan aroma tubuh.

Tak pernah ganti Bra penebab bau badan

BAU badan tak hanya disebabkan dari tubuh yang kurang bersih. Serangan stres hingga malas ganti bra juga menyebabkan aroma tak sedap pada tubuh.

Dengan kondisi tersebut, Anda pun perlu me-manage diri agar tak terserang stres yang akhirnya memicu bau badan. Simak  paparannya berikut ini, seperti dilansir Huffington Post.

Stres
Perlu diketahui bahwa ada keringat yang diakibatkan dari serangan stres. Ini dikarenakan produksi kelenjar keringat yang disebut kelenjar apocrine. Kelenjar ini menghasilkan keringat yang kurang berair dan campuran bakteri akan menghasilkan aroma tak sedap di tubuh. Sementara keringat dari latihan fisik atau karena terkena paparan panas di luar, sebagian besar terdiri dari air dan elektrolit.

Bra kotor
Seberapa sering Anda mencuci bra favorit? Jika jarang, hal itulah yang memicu aroma tak sedap di tubuh. Sayangnya, banyak wanita mencuci bra sesering mungkin karena hanya memiliki sedikit bra yang pas dengannya. Jika tak ingin mengalami bau badan maka cucilah bra sesering mungkin demi tubuh yang harum.

Kurang Tidur Jadikan Berat Badan Naik

BILA Anda sudah berkerja keras menurunkan berat badan, tapi tak mendapat hasil yang memuaskan. Mungkin saatnya  menengok kebiasaan tidur Anda. Apa sebab?

Ya, pasalnya dari kebiasaan tidur juga memengaruhi upaya penurunan berat badan seseorang. Sebagai gambaran, saat seseorang kurang tidur hormon kortisol akan naik yang pada akhirnya meningkatkan nafsu makannya. Alhasil, seseorang akan mengonsumsi banyak makanan dan mengarah pada peningkatan berat badan. Tentu, kondisi itu yang tak diharapkan bagi seseorang yang ingin menurunkan berat badan.

Dengan demikian, tak ada salahnya bertanya pada diri sendiri apakah kebiasaan tidur Anda sudah baik.

Agar lebih dalam lagi pemahaman Anda, berikut lima alasan mengapa tidur penting untuk menurunkan berat badan seperti dilansir Healthmeup.
 
Kurang tidur bisa menyebabkan kenaikan berat badan

Hormon kortisol akan naik apabila kita kurang tidur. Dimana tingginya tingkat kortisol bisa meningkatkan nafsu makan secara alami, alhasil bisa mengarah ke peningkatan berat badan.
 
Kurang tidur berdampak pada hormon, yang mengendalikan nafsu makan

Studi sudah menunjukkan, seseorang dengan metabolisme lambat dan orang-orang yang mengalami obesitas sering disebabkan kurang tidur. Hal itu karena hormon ghrelin, yang memberitahu kapan harus makan dan hormon leptin kapan harus berhenti makan, fungsinya tak berjalan normal saat jam tidur dirampas. Oleh karenanya, bila Anda ingin menurunkan berat badan baiknya mengatur kebiasaan tidur sehat terlebih dahulu, agar tujuan penurunan berat badan tercapai.
 
Kurangnya tidur menyebabkan ketidaknyamanan mengonsumsi makanan

Kurangnya tidur biasanya membuat kita bergantung pada kafein dan minuman berenergi untuk bisa menyelesaikan aktivitas harian. Namun, asupan itu sebenarnya mengandung banyak gula dan kalori yang menyebabkan kenaikan berat badan. Selain itu, kurang tidur dan rendahnya tingkat energi bisa menyebabkan ketidaknymanan mengonsumsi makanan.

Kurang tidur membuat Anda malas

Kurangnya tidur akan membuat seseorang jadi malas dan mudah lelah sehingga sangat mungkin untuk tak pergi ke gym atau tak melakukan olahraga apapun. Orang yang kurang tidur juga mungkin cenderung untuk mengonsumsi makanan cepat saji ketimbang memasak makan sehat. Semua faktor itu pada akhirnya bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

Kurang tidur memperlambat metabolisme

Tidur sangat penting untuk metabolisme dan kurang tidur akan membuat metabolisme jadi lebih lambat. Dimana metabolisme lambat juga memengaruhi proses pembakaran lemak, yang mengarah ke berat badan.

Perlu Diketahui Sebelum Gunakan IUD

INTRA Uterine Devices (IUD) merupakan bentuk efektif pengendalian kelahiran untuk perempuan dari segala usia. Efektivitas ini tentunya terlepas dari kehamilan para perempuan tersebut sebelumnya.

Ada dua jenis IUD ynag tersedia di pasar, yaitu tembaga non-hormonal dan tembaga hormonal. Sebelum menggunakannya, ada beberapa yang perlu Anda ketahui tentang IUD, seperti dilansir Magforwomen.

IUD tidak sebabkan infeksi panggu
l

Infeksi panggul dan rahim disebabkan oleh suatu bentuk sebelumnya ketika IUD tebal. Namun, kebanyakan orang-orang saat ini memiliki IUD yang tipis, sehingga tidak ada kemungkinan infeksi panggul dan uterus.

Dapat digunakan segala usia perempuan


Wanita dari segala usia bisa menggunakan IUD untuk menjaga rahim mereka dalam mengendalikan kehamilan. Selain itu, IUD juga tidak masalah digunakan setelah sebelumnya hamil karena kehamilan sebelumnya tidak memengaruhi efektivitas IUD.

IUD hormonal lebih efektif cegah kehamilan


Menggunakan IUD hormonal lebih efektif menutup saluran pembuahan dan sangat minim kegagalan. Hal ini membuat IUD hormonal menjadi solusi alat kontrasepsi permanen untuk mencegah kehamilan.

IUD tidak cegah penularan AIDS


IUD dipasang dalam tubuh Anda, oleh karena itu hanya efektif terhadap kehamilan yang tidak diinginkan. Jadi, IUD tidak dapat berperan mencegah penularan AIDS dan penyakit seksual lainnya, seperti sifilis dan gonorrhea.

IUD tidak sebabkan ketidaksuburan


Infeksi yang menyebabkan penyakit menular seksual dapat membuat Anda tidak subur. Menggunakan IUD sama sekali tidak menyebabkan infeksi atau mengembangkannya, karena perangkat ini juga tidak melindungi Anda dari infeksi menular seksual. Jadi, asumsi menggunakan IUD menyebabkan ketidaksuburan pada wanita itu salah.

Efek samping lebih kecil dibanding pil KB


Ada rasa mual, nyeri pada payudara, dan menstruasi yang tidak teratur selama tiga sampai empat bulan pertama jika menggunakan IUD. Setelah itu, efek samping menggunakan IUD bisa dikatakan sangat minim. Oleh karena itu, IUD adalah pilihan jauh lebih aman dan nyaman sebagai bagian dari pengendalian kehamilan daripada pil.

Air Es penyebab obesitas

OBESITAS dan penyakit diabetes selalu dikaitkan dengan asupan makanan yang dikonsumsi. Bahkan, minuman es atau dingin diduga dapat menyebabkan obesitas dan diabetes. Benarkah?

Penelitian baru menunjukkan bahwa minuman dingin dapat mengurangi rasa manis di lidah. Namun, minuman dingin dapat meningkatkan keinginan mengonsumsi makanan-makanan manis yang berperan dalam memicu obesitas dan diabetes.

Dalam penelitian tersebut, peserta diberi air berbagai suhu berbeda. Air minum tersebut mereka minum sebelum mencoba makanan manis, baik cokelat maupun keju.

Selanjutnya, para peserta mengonsumsi cokelat dan merasakan rasa manis yang berkurang setelah minum air es. Sementara itu, suhu air tidak berpengaruh terhadap seberapa manis rasa keju.

Lebih lanjut, para peneliti dari The University of Arkansas ini percaya bahwa minuman dingin dapat memengaruhi rasa. Selain itu, para peneliti juga menyatakan bahwa minuman dingin juga mengurangi sensitivitas indra perasa, yaitu lidah.

“Sering mengonsumsi minuman dingin atau soda mengurangi sensitivitas untuk mencicipi rasa manis, sehingga hal tersebut mengarah kepada keinginan untuk makan-makanan yang lebih tinggi rasa manisnya,” jelas peneliti, dikutip Dailymail.